by

Negara Demokrasi Bukan Negara Dinasti

Oleh Cak Windra – Kontributor Opini24.com

OPINI24.comNegara Demokrasi Bukan Negara Dinasti. Politik dinasti kerap kali menjadi perbincangan hangat seperti hangatnya secangkir kopi belakangan ini. Setelah putra dan menantu Bapak Jokowi mendaftarkan diri di KPU untuk mengikuti pilihan kepala daerah serentak pada bulan Desember 2020, yang akan diselenggarakan tahun ini.

Karena dari itu istilah nama politik dinasti santer muncul dipermukaan publik dan untuk sebagian orang menganggap bahwa negara ini seperti kerajaan zaman dulu, yang bisa diwariskan turun-temurun kekuasaannya. Padahal negara ini adalah negara demokrasi yang dimana untuk menjadi pemimpin harus melewati tahap pilihan dari rakyat tidak bisa, langsung diberikan begitu saja.

Apabila rakyat banyak menjatuhkan pilihannya kepada seseorang maka orang tersebut yang akan terpilih menjadi pemimpin. Tetapi sebaliknya kalau calon pemimpin tersebut sedikit orang yang memilihnya tentu tidak akan jadi. Hal itu berlaku untuk siapapun orangnya tidak memandang asal-usulnya dan umum untuk seluruh rakyat Indonesia yang mempunyai keinginan serta ada kesempatan untuk maju, bertanding didalam arena gelanggang demokrasi.

Jadi siapapun itu dibolehkan untuk menampilkan jurus-jurus terbaiknya agar rakyat yaqin bahwa pemimpin pilihannya bisa mengayomi. Serta bisa membawa lebih baik lagi dari yang sekarang. Kalau kita masih ingat membaca buku-buku sejarah tentang kerajaan zaman dahulu misalnya seperti Majapahit, dimana setiap ada raja yang meninggal pasti sebagai penggantinya adalah dari keluarganya bukan melakukan pemilihan umum ditengah-tengah rakyat untuk mencari pengganti raja.

Sebagai contoh ketika Raden Wijaya mangkat beliau digantikan oleh putranya yaitu Jaya Negara raja Majapahit yang kedua dan ketika Jaya Negara wafat lalu posisinya digantikan oleh adiknya, yani Putri Tungga Dewi. Juga ibunda dari Prabu Hayam Wuruk raja Majapahit yang keempat. Dimana didalam kepemimpinan beliau dengan Mahapatih Gajah Mada Majapahit mengalami kejayaan dan luas wilayah kekuasaannya, konon melebihi Indonesia sekarang.

Artikel Lainnya